5 cara menggapai Hidayah (part 1)

Apakah Hidayah itu Sebab atau Akibat...???
Kebanyakan orang tahu pengertian mendasar tentang hukum sebab akibat ini (The law of couse and effect). "semu akibat lahir dari sebab, tidak ada akibat tanpa sebab, meskipun kebanyakan orang tahu namun nampaknya yang berbeda adalah pilihan seseorang dalam menempatkan sebab dan akibat itu didalam dirinya. Nah sekarang menempatkan hidayah itu adalah sebab ataukah akibat ? keduanya mungkin benar
Meyakini Hidayah sebagai penyebab berarti kita mennunggu datangnya petunjuk lalu dengan petunjuk itu kemudian hidup kita menjadi lebih cerah atau menjadikan kita sebagai orang-orang yang mendapatkan hidayah (muhtaduun) sedangkan menempatkan petunjuk sebagai akibat berarti kitalah yang lebih dulu menciptakan usaha untuk mencerahkan diri kita lalu dengan usaha itu kemudian kita mendapatkan pencerahan atau petunjuk

kembali ke topik kita 5 cara menggapai hidayah
yang pertama adalah MEMBUKA MATA PIKIRAN ..... semua orang memiliki mata pikiran tapi yang membedakan antara orang yang mendapatkan dan yang tidak mendapatkan pencerahan diri adalah persoalan membuka dan menutup mata pikiran, membuka disini adalah mengaktifkan pikiran kita untuk berpikir guna menciptakan solusi yang bermanfaat atau membuat diri kita menjadi lebih baik. (The action of using one's mind to produce thought)
kegunaan mata pikiran :
(1) Menemukan Sesuatu yang Berharga (Syukur) ; menempatkan sesuatu pada tempatnya sebagaimana fungsi dari sesuatu itu, yaitu memanfaatkan potensi di diri kita dalam apresiasi kehidupan sehari-hari adapun potensi di diri kita itu adalah Lingustic (kemampuan berkomunikasi), Logical dan Matematika (kemampuan me-nalar-kan / me-logika-kan sesuatu), Spasial dan Visual (kemampuan mengkonsep sesuatu di alam pikiran kiat), Kinestetik (kemampuan mengolah fisik), Musical (kemampuan mengapresiasikan daya seni di diri kita), Interpersonal (kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain) dan Natural (kemampuan menyelaraskan diri dengan alam).
(2) Menemukan Sesuatu yang Membedakan ; Mata pikiran kita juga berfungsi untuk menunjukan jalan meraih apa yang kita inginkan sebagai ujian atas pemberian nikmat kepada kita, Alloh menguji kita dengan menciptakan dua jalan yaitu jalan Positif dan jalan Negatif
dalam surat Al-fatihah ayat enam berbunyi "Tunjukanlah kamu jalan yang lurus" jadi apakah jalan yang Postif dan jalan Negatif itu
Jalan Positif adalah jalan yang akan membawa kita pada kenikmatan (shirathal ladziina an'amta) sedangkan jalan Negatif adalah jalan yang membawa kita pada kesengasaraan (al-maghdhuub) Untuk menemukan jalan mana yang positif dan yang negatif tentu ini membutuhkan usaha membuka mata pikiran kita dengan mengetahui hukum sebab-akibat yang berlaku bagi semua umat manusia
(3) Memutuskan langkah secara akurat ; di setiap kehidupan akan ada pilihan keputusan yang menentukan ke jalan yang positif atau jalan negatif, fungsi keputusan itu sendiri antara lain mesin pencetak nasib kita, kekuatan yang memfungsikan diri kita, jembatan tunggal antara kreasi mental dan kreasi fisik... sobat blogger aduh capek jitak-jitakin keyboard cukup dulu yah bwt mlem ini ntar saya terusin sisanya masih hutang 4 cara lagi yah..... ntar dweh...


Add to Google Reader or Homepage Subscribe

MENINGGALKAN YANG HARAM MAKA KELUARLAH AROMA MINYAK KESTURI DARI BADANNYA

Ada seorang pemuda yang perkerjaannya menjual kain. Setiap hari dia memikul kain-kain dagangannya dan berkeliling dari rumah ke rumah. Kain dagangan pemuda ini dikenal dengan nama "Faraqna" oleh orang-orang. Walaupun pekerjaannya sebagai pedagang, tetapi pemuda ini sa-ngat tampan dan bertubuh tegap, setiap orang yang melihat pasti menyenanginya.

Pada suatu hari, saat dia berkeliling melewati jalan-jalan besar, gang-gang kecil dan rumah-rumah penduduk sambil berteriak menawarkan dagangannya: "faraqna-faraqna", tiba-tiba ada seorang wanita yang melihatnya. Si wanita itu memanggil dan dia pun menghampirinya. Dia dipersila-kan masuk ke dalam rumah. Di sini si wanita terpesona melihat ketampanannya dan tumbuhlah rasa cinta yang begitu besar dalam hatinya. Lalu si wanita ini berkata: "Aku memanggilmu tidak

untuk membeli daganganmu., tetapi aku memanggilmu karena kecintaanku kepadamu. Dan di rumah ini sekarang sedang kosong." Selanjutnya, si wanita ini membujuk dan merayunya agar mau berbuat 'sesuatu' dengan dirinya. Pemuda itu menolak, bahkan dia mengingatkan si wanita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan menakut-nakutinya dengan azab yang pedih di sisiNya. Tetapi sayang, nasihat itu tidak membuahkan hasil apa-apa, bahkan sebaliknya, si wanita menjadi tambah ber-hasrat. Dan memang biasa, orang itu senang dan penasaran dengan hal-hal yang dilarang... Akhirnya, karena si pemu-da ini tidak mau melakukan yang haram, si wanita malah mengancam, katanya: "Bila engkau tidak mau menuruti perintahku, aku akan berteriak kepada semua orang dan aku akan katakan kepada mereka, bahwa engkau telah masuk ke dalam rumahku dan ingin merenggut kesucianku. Dan mereka akan mempercayaiku karena engkau telah berada dalam rumahku, dan sama sekali mereka tidak akan mencurigaiku." Setelah si pemuda itu melihat betapa si wanita itu terlalu memaksanya untuk mengikuti keinginan-nya berbuat dosa, akhirnya dia berkata: "Baiklah, tapi apakah engkau mengizinkan aku untuk ke kamar mandi agar bisa membersihkan diri dulu?" Betapa gembiranya si wanita mendengar jawaban ini, dia mengira bahwa ke-inginannya sebentar lagi akan terpenuhi. Dengan penuh semangat dia menjawab: "Bagaimana tidak wahai kekasih dan buah hatiku, ini adalah sebuah ide yang bagus."

Kemudian masuklah si pemuda ke kamar mandi, semen-tara tubuhnya gemetar karena takut dirinya terjerumus dalam kubangan maksiat. Sebab, wanita itu adalah perang-kap syaitan dan tidak ada seorang laki-laki yang menyendiri bersama seorang wanita kecuali syaitan akan menjadi pihak ketiga. "Ya Alah, apa yang harus aku perbuat. Berilah aku petunjukMu, wahai Dzat yang dapat memberi petunjuk bagi orang-orang yang kebingungan." Tiba-tiba, timbullah ide dalam benaknya. "Aku tahu benar, bahwa termasuk salah satu kelompok yang akan dinaungi oleh Allah dalam naunganNya pada hari yang tidak ada naungan saat itu kecuali naunganNya adalah seorang laki-laki yang diajak berbuat mesum oleh wanita yang mempunyai kedudukan tinggi dan wajah yang cantik, kemudian dia berkata: 'Aku takut kepada Allah.' Dan aku yakin bahwa orang yang meninggalkan sesuatu karena takut kepadaNya, pasti akan mendapat ganti yang lebih baik... dan seringkali satu keinginan syahwat itu akan melahirkan penyesalan seumur hidup... Apa yang akan aku dapatkan dari perbuatan maksiat ini selain Allah akan mengangkat cahaya dan nikmatnya iman dari hatiku... Tidak... tidak ... Aku tidak akan mengerjakan perbuatan yang haram... Tetapi, apa yang harus aku kerjakan. Apakah aku harus melemparkan diri dari jendela ini? Tidak bisa, jendela itu tertutup rapat dan sulit dibuka. Kalau begitu, aku akan mengolesi tubuhku dengan kotoran-kotoran yang ada di WC ini, dengan harapan, bila nanti dia melihatku dalam keadaan begini, dia akan jijik dan akan membiarkanku pergi." Ternyata memang benar, ide yang terakhir ini yang dia jalankan. Dia mulai mengolesi tubuhnya dengan kotoran-kotoran yang ada di situ. Memang menjijikkan. Setelah itu dia menangis dan berkata: "Ya Rabbi, hai Tuhanku, perasaan takutku kepadaMu itulah yang mendorongku melakukan hal ini. Oleh karena itu, karuniakan untukku 'kebaikan' sebagai gantinya." Kemudian dia keluar dari kamar mandi, tatkala melihatnya dalam keadaan demikian, si wanita itu berteriak: "Keluar kau, hai orang gila!" Dia pun cepat-cepat keluar dengan perasaan takut diketahui orang-orang, jika mereka tahu, pasti akan berkomentar macam-macam tentang dirinya. Dia mengambil barang-barang dagangannya kemudian pergi berlalu, sementara orang-orang yang di jalan tertawa melihatnya. Akhirnya dia tiba di rumahnya, di situ dia bernafas lega. Lalu menanggalkan pakaiannya, masuk kamar mandi dan mandi membersihkan tubuhnya dengan sebersih-bersihnya.

Kemudian apa yang terjadi? Adakah Allah akan mem-biarkan hamba dan waliNya begitu saja? Tidak... Ternyata, ketika dia keluar dari kamar mandi, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan untuknya sebuah karunia yang besar, yang tetap melekat di tubuhnya sampai dia meninggal dunia, bahkan sampai setelah dia meninggal. Allah telah memberikan untuknya aroma yang harum semerbak yang tercium dari tubuhnya. Semua orang dapat mencium aroma tersebut dari jarak beberapa meter. Sampai akhirnya dia mendapat julukan "al-miski" (yang harum seperti kasturi). Subhanallah, memang benar, Allah telah memberikan untuknya sebagai ganti dari bau kotoran yang dapat hilang dalam sekejap dengan aroma wangi yang dapat tercium sepanjang masa. Ketika pemuda ini meninggal dan diku-burkan, mereka tulis di atas kuburannya "Ini kuburan Al-Misky", dan banyak orang yang menziarahinya.

Demikianlah, Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan membiarkan hambaNya yang shalih begitu saja, tapi Allah Subhanahu wa Ta'ala akan selalu membelanya, Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membela orang-orang yang beriman, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam hadits QudsiNya:
"Bila dia (hamba) memohon kepadaKu, pasti akan Aku beri. Mana orang-orang yang ingin memohon?!"

Pembaca yang budiman!
"Setiap sesuatu yang engkau tinggalkan, pasti ada ganti-nya. Begitu pula larangan yang datang dari Allah, bila engkau tinggalkan, akan ada ganjaran sebagai pengganti-nya."
Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan ganti yang besar untuk sebuah pengorbanan yang kecil. Allahu Akbar.
Manakah orang-orang yang mau meninggalkan maksiat dan taat kepada Allah sehingga mereka berhak mendapat-kan ganti yang besar untuk pengorbanan kecil yang mereka berikan??
Tidakkah mereka mau menyambut seruan Allah, seruan Rasulullah dan seruan fitrah yang suci?!

Add to Google Reader or Homepage Subscribe