Skip to main content

Posts

hati lir ibarat rumah

Ada tiga macam rumah, Pertama Rumah raja, di dalamnya ada simpanannya, tabungannya serta perhiasannya. Kedua Rumah hamba, di dalamnya ada simpanan, tabungan dan perhiasan yang tidak seperti yang dimiliki seorang raja. Dan ketiga adalah Rumah kosong, tidak ada isinya. Jika datang seorang pencuri, rumah mana yang akan dimasukinya? Apabila anda menjawab, ia akan masuk rumah yang kosong, tentu suatu hal yang tidak masuk akal, karena rumah kosong tidak ada barang yang bisa dicurinya. Karena itulah dikatakan kepada Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu, bahwa ada orang-orang Yahudi mengklaim bahwa di dalam shalat, mereka 'tidak pernah terganggu', Maka Ibnu Abbas berkata: "Apakah yang bisa dikerjakan oleh syetan dalam rumah yang sudah rusak?" Bila jawaban anda adalah: "Pencuri itu akan masuk rumah raja." Hal tersebut bagaikan sesuatu yang hampir mustahil, karena tentunya rumah raja dijaga oleh penjaga dan tentara, sehingga pencuri tidak bisa mendekatinya. Bagaimana mung...

Nasehat Imam Al-Ghozali

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya, pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama. Lalu Imam Ghozali meneruska...

such tsa'alabah now ?

Such Tsa'labah now ones friend Nabi which is impecunious to come Nabi at the same time inform against its natural economic pressure. Tsa'Labah, name of the friend, request Nabi to pray so that God give portion which many to it. Initialy Nabi refuse the the request at the same time advise Tsa'labah so that imitating life Nabi. But Tsa'labah continue to insist on. This he tell the argument up this moment until now still often we hear, " Yes Rasul, isn't it true if God give properties to me, hence I can give to each and everyone his rights". Prophet is then praying Tsa'labah. Tsa'Labah start to buy livestock. Its livestock rapidly grow so that he have to develop build ranch rather far from Madinah. Be like can be anticipated, every day he stir to manage his livestock. He cannot again attend shalat jama'ah with Rasul day time. Days hereinafter, his livestock more and more; so that progressively stir also Tsa'labah manage it. Now, he cannot aga...

never sleep ....

Night have ever been dissolve of the moment I leave the office. Have passed at 11 night. The work heap, make me have to come home this dissolve. Ah, boring day of the moment is. Particularly, after a few moments do walk, visible sky colour squeeze. rain start go down. Complete have, body which is tired to be added with "event" rain. Half run I look for the haven. Fortunately, seller of the fried rice stay in road street corner, have the simple tent. Fair to middling, think me. Soon I shelter, meet the seller father alone, accompanied by theX the cigarette and lamp petromak which still aglow. He pass in I sit. " Just here sir, than rain...," so he said moment I ask the permission shelter. Just correctness, rain start rapidly, and we more and more seen in condensed silence. Because feeling do not balmy by courtesy of seller father and his tent, I say, " help to make the noodles fry the package, in eating here. He smile, and start to prepare his fire stove. She se...

*Are You In Love With Someone? *

When you are together with that special someone, you pretend to ignore that person. But when that special someone is not around, you might look around to find them. At that moment, you are in love. Although there is someone else who always makes you laugh, your eyes and attention might go only to that special someone. Then, you are in love. Although that special someone was supposed to have called you long back, to let you know of their safe arrival, your phone is quiet. You are desperately waiting for the call! At that moment, you are in love. If you are much more excited for one short e-mail from that special someone than other many long e-mails, you are in love. When you find yourself as one who cannot erase all the messages in your answering machine because of one message from that special someone, you are in love. When you get a couple of free movie tickets, you would not hesitate to think of that special someone. Then, you are in love. You keep telling yourself, "that specia...

Barokah Sholat Khusyu

Hikam : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu dalam sholatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna ( Al-Quran : Surat Al-Mu`minun ) Rasulullah SAW bersabda : Ilmu yang pertama kali di angkat dari muka bumi ialah kekhusyuan. ( HR. At-Tabrani ) Nabi Muhammad SAW dalam sholatnya benar-benar dijadikan keindahan dan terjadi komunikasi yang penuh kerinduan dan keakraban dengan Allah. Ruku, sujudnya panjang, terutama ketika sholat sendiri dimalam hari, terkadang sampai kakinya bengkak tapi bukannya berlebihan, karena ingin memberikan yang terbaik sebagai rasa syukur terhadap Tuhannya. Sholatnya tepat pada waktunya dan yang paling penting, sholatnya itu teraflikasi dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri orang-orang yang sholatnya khusyu: 1. Sangat menjaga waktunya, dia terpelihara dari perbuatan dan perkataan sia-sia apa lagi maksiat. Jadi orang-orang yang menyia-nyiakan waktu suka berbuat maksiat be...

Doa Mustajab seorang sahabat

"Ya Allah, jangan kembalikan aku ke keluargakau, dan limpahkanlah kepadaku kesyahidan." Doa itu keluar dari mulut `Amru bin Jumuh, ketika ia bersiap-siap mengenakan baju perang dan bermaksud berangkat bersama kaum Muslimin ke medan Uhud. Ini adalah kali pertama bagi `Amru terjun ke medan perang, karena dia kakinya pincang. Didalam Al-Quran disebutkan: "Tiada dosa atas orang-orang buta, atas orang-orang pincang dan atas orang sakit untuk tidak ikut berperang." (QC. Al- Fath:17) Karena kepincangannya itu maka `Amru tidak wajib ikut berperang, di samping keempat anaknya telah pergi ke medan perang. Tidak seorangpun menduga `Amru dengan keadaannya yang seperti itu akan memanggul senjata dan bergabung dengan kaum Muslimin lainnya untuk berperang. Sebenarnya, kaumnya telah mencegah dia dengan mengatakan: "Sadarilah hai `Amru, bahwa engkau pincang. Tak usahlah ikut berperang bersama Nabi saw." Namun `Amru menjawab: "Mereka semua pergi ke surga, apakah aku ha...